Rabu, 25 Juli 2012

Berita Jagung



Jagung di Galus Rp 1.700/Kg


Last Updated on Tuesday, 24 July 2012 12:25 BLANGKEJEREN - Harga jagung di Kabupaten Gayo Lues (Galus) mengalami penurunan, di tengah-tengah bencana yang dihadapi petani, mulai dari kekeringan sampai kebakaran.
Kondisi makin diperparah, seluruh hasil panen jagung hanya dijual ke dua atau tiga agen penampung di Medan, Sumatera Utara.
Kegagalan panen, hasil menurun, diiringi harga turun menjadi Rp 1.700/kg dari Rp 2.100/kg membuat para petani jagung menjerit. “Petani jagung mulai menjerit setelah harga terus turun sampai Rp 1.700/kg. Padahal, para petani telah mengalami kerugian besar,” kata Suardi, salah seorang petani jagung di Kutapanjang, kepada Serambi kemarin.

Kadis Pertanian Galus Ir Amarullah Leman yang ditemui Serambi secara terpisah, Senin (23/7) mengakui harga jagung terus turun dari Rp 2.500, Rp 2.100 menjadi Rp 1.700/kg. Dia menyatakan pemasaran jagung yang hanya dijual ke dua atau tiga agen penampung di Medan perlu diperbanyak, sehingga ada persaingan.

“Kita jangan hanya berpatokan pada dua atau tiga toke penampung yang berada di Medan, akan tetapi bagaimana untuk memperbanyak tujuan pemasaran tersebut. Sehingga, agen di Medan tidak seenaknya menentukan harga,” katanya (sumber : aceh.tribunnews.com)

Harga Jagung Berakhir Negatif Diserang Kekhawatiran Lesunya Eropa


Pada akhir perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi harga jagung berjangka berakhir dengan membukukan penurunan (24/07). Penurunan harga jagung terjadi dipengaruhi oleh faktor luar pasar, di mana kekhawatiran mengenai memburuknya krisis utang Spanyol masih menghantui pasar. Secara fundamental sebenarnya ketatnya pasokan masih memberikan dorongan menguat. Kenaikan tajam imbal hasil obligasi di Spanyol dan Italia membuat para pelaku pasar menghindari aset berisiko termsuk komoditas. Moody's Investor Service menurunkan outlook rating utang Jerman dan Belanda menjadi negatif. Kedua negara ini diperkirakan akan harus menanggung beban yang lebih berat demi kesatuan euro.

Harga jagung berjangka untuk kontrak pengiriman bulan September mengalami penurunan sebesar 10.50 sen dan ditutup pada posisi 8.14 dolar per bushel. Penurunan harga jagung cenderung tertahan oleh kondisi fundamental yang masih mengarah positif. Kontrak Desember membukukan penurunan 10.25 sen dan ditutup pada posisi 7.8550 dolar per bushel.

Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting masih menilai bahwa pergerakan harga jagung akan cenderung menguat. Kondisi cuaca yang buruk masih menjadi faktor pendorong utama kenaikan harga komoditas tersebut. Akan tetapi kemungkinan koreksi tetap tinggi apabila harga naik terlalu berlebihan. Harga komoditas kemungkinan akan bergerak di kisaran 7 - 8 dolar per bushel. (sumber : vibiznews.com)

Harga Jagung International



MARKETS
CORN DAY (CN1)
CORN DAY (CU1)
CORN DAY
(CZ1)
Month
Jul ‘12
Sep ‘12
Dec ‘12
Last
814'2*
824'0*
776'2*
Open
823'0*
800'0*
788'0*
High
824'0*
800'0*
788'4*
* : Sen Dollar/Bushel
Pemutakhiran 23/07/2012 Pukul 09:00 WITA
*Jenis Perdagangan Futures
*Sumber: cmegroup.com

Grafik Corn


Di copy dari : Pasarjagung.com (tanpa menghilangkan sumbernya)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar