Rabu, 28 Januari 2026

Kebijakan Impor Bahan Baku Pakan Ternak di Indonesia Tahun 2026: Upaya Stabilisasi di Tengah Ketergantungan Impor



Pemerintah Republik Indonesia menerapkan kebijakan strategis terkait impor bahan baku pakan ternak pada tahun 2026 sebagai respons atas tingginya ketergantungan industri pakan nasional terhadap bahan baku impor serta fluktuasi harga global. Kebijakan ini berfokus pada pengendalian pasokan dan harga bahan baku utama, khususnya bungkil kedelai (soybean meal/SBM) yang menjadi komponen penting dalam formulasi pakan ternak.

Pengalihan Impor Bungkil Kedelai ke BUMN

Mulai awal 2026, pemerintah resmi mengalihkan kewenangan impor bungkil kedelai kepada Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Penugasan ini diberikan kepada PT Berdikari untuk mengimpor dan mendistribusikan SBM bagi kebutuhan industri pakan dan peternak nasional. Kebijakan tersebut bertujuan agar negara memiliki kontrol lebih besar terhadap pasokan bahan baku strategis, sekaligus menekan gejolak harga pakan di tingkat peternak.

Dalam skema yang ditetapkan, PT Berdikari ditugaskan mengimpor sekitar 5 juta ton bungkil kedelai sepanjang 2026. Pemerintah menilai langkah ini penting untuk menghindari praktik spekulasi dan ketidakpastian pasokan yang selama ini kerap terjadi ketika impor sepenuhnya dilakukan oleh mekanisme pasar.

Tujuan Kebijakan Impor Bahan Baku Pakan

Kebijakan impor bahan baku pakan di 2026 diarahkan untuk:

  • Menjaga ketersediaan pasokan bahan baku pakan strategis sepanjang tahun.

  • Mengendalikan harga pakan ternak agar tidak melonjak akibat fluktuasi harga internasional.

  • Memperkuat peran negara dalam komoditas pangan dan pakan strategis, sejalan dengan kebijakan ketahanan pangan nasional.

Pemerintah menegaskan bahwa kebijakan ini bersifat stabilisasi, bukan untuk menghambat industri pakan, melainkan memastikan keberlanjutan usaha peternakan nasional.

Tantangan dan Respons Industri

Meski dinilai strategis, kebijakan ini menimbulkan kekhawatiran dari sebagian pelaku industri dan pengamat. Beberapa pihak menilai bahwa perubahan sistem impor yang cukup cepat berpotensi menimbulkan gangguan pasokan di awal implementasi serta risiko kenaikan harga pakan jika distribusi tidak berjalan lancar.

Pengamat industri perunggasan juga mengingatkan pentingnya kesiapan infrastruktur logistik BUMN, termasuk gudang penyimpanan dan jaringan distribusi, agar volume impor besar dapat disalurkan tepat waktu ke feedmill dan peternak.

Ketergantungan Impor Masih Tinggi

Data awal 2026 menunjukkan bahwa sekitar 60–70 persen bahan baku pakan ternak nasional masih bergantung pada impor, terutama untuk sumber protein seperti bungkil kedelai. Kondisi ini membuat industri pakan Indonesia sangat sensitif terhadap perubahan kebijakan perdagangan global, nilai tukar, dan biaya logistik internasional.

Karena itu, selain pengaturan impor, pemerintah dan akademisi mendorong pengembangan bahan baku pakan lokal sebagai solusi jangka panjang untuk mengurangi ketergantungan impor.

Penutup

Kebijakan impor bahan baku pakan ternak tahun 2026 menandai upaya pemerintah untuk lebih aktif mengelola rantai pasok pakan nasional. Pengalihan impor bungkil kedelai ke BUMN diharapkan mampu menjaga stabilitas harga dan pasokan, meskipun tantangan implementasi masih perlu diawasi secara ketat. Keberhasilan kebijakan ini akan sangat bergantung pada koordinasi pemerintah, BUMN, industri pakan, serta peternak.


Sumber

  1. Editor Indonesia – Impor Bungkil Kedelai Dialihkan ke BUMN, Pengamat Wanti-wanti Risiko ke Industri Ayam

  2. Republika – Pengalihan Impor Bungkil Kedelai ke BUMN Dinilai Jadi Langkah Strategis

  3. Arah Pena – PT Berdikari Ditugaskan Impor 5 Juta Ton Bungkil Kedelai

  4. Majalah Infovet – Pemerintah Batasi Impor Bungkil Kedelai untuk Pakan Ternak

  5. Poultry Indonesia – SBM Imports Redirected, Government Grants Transition Period

  6. SMG Bisnis – Hampir 70 Persen Bahan Pakan Ternak Masih Impor

Rabu, 10 Desember 2025

Pabrik Pakan Ikan dan Udang: Fungsi, Proses, Bahan Baku, dan Peran Penting



Industri budidaya ikan dan udang berkembang pesat seiring meningkatnya kebutuhan protein hewani. Agar produktivitas tetap tinggi, pakan berkualitas menjadi faktor paling penting dalam keberhasilan budidaya. Di balik pakan yang digunakan pembudidaya, terdapat peran besar pabrik pakan akuakultur yang memastikan pakan aman, bernutrisi, dan konsisten.

Fungsi Pabrik Pakan Ikan dan Udang

1. Menghasilkan pakan sesuai kebutuhan spesies

Setiap jenis ikan dan udang membutuhkan formula nutrisi yang berbeda. Pabrik menyesuaikan komposisi pakan berdasarkan karakter pertumbuhan, ukuran, dan umur.

2. Menjamin mutu dan keamanan

Melalui standar seperti SNI, GMP, dan HACCP, pabrik memastikan pakan bebas kontaminan, ukuran seragam, dan stabil di air.

3. Meningkatkan efisiensi budidaya

Pakan berkualitas menurunkan FCR (Feed Conversion Ratio), mempercepat panen, serta menekan biaya produksi.

4. Mengembangkan inovasi nutrisi

Pabrik modern melakukan riset bahan baku alternatif, probiotik, dan aditif yang meningkatkan ketahanan ikan dan udang terhadap penyakit.

Proses Produksi Pakan Akuakultur

1. Formulasi Nutrisi

Tim nutrisionis menentukan komposisi protein, lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral sesuai kebutuhan spesies.

2. Pencampuran (Mixing)

Semua bahan dicampur secara homogen agar nutrisi merata di setiap butir pelet.

3. Penggilingan (Grinding)

Bahan digiling menjadi partikel halus sehingga pelet lebih padat dan mudah dicerna.

4. Conditioning & Extrusion/Pelleting

Campuran dipanaskan lalu dicetak menjadi bentuk pelet, crumble, atau micropellet.

5. Pengeringan & Pendinginan

Pelet dikeringkan untuk menurunkan kadar air, sehingga lebih awet dan stabil.

6. Coating (Minyak & Vitamin)

Pakan dilapisi minyak ikan atau minyak nabati untuk meningkatkan energi dan aroma.

7. Pengemasan

Pakan dikemas dalam karung 20–50 kg dan disimpan pada suhu serta kelembapan terkontrol.

Bahan Baku Utama Pakan Ikan dan Udang

Sumber Protein Hewani

  • Tepung ikan (fish meal)
  • Tepung udang
  • Tepung cumi
  • Hydrolyzed marine protein

Sumber Protein Nabati

  • Soybean meal (SBM)
  • Canola meal
  • Corn gluten meal (CGM)
  • Wheat gluten

Sumber Energi

  • Minyak ikan
  • Minyak kedelai
  • Minyak kanola
  • Tepung gandum

Aditif Pakan

  • Vitamin dan mineral
  • Probiotik
  • Enzim
  • Antioksidan
  • Immunostimulant

Peran Penting Pabrik Pakan

1. Menopang Ketahanan Pangan

Pakan berkualitas memastikan ketersediaan ikan dan udang yang cukup untuk kebutuhan konsumsi.

2. Mengurangi Ketergantungan Impor

Pabrik lokal membantu menekan biaya impor pakan dan bahan baku.

3. Mendorong Efisiensi Budidaya

Pakan yang baik menurunkan biaya operasional dan meningkatkan hasil panen.

4. Mendukung Keberlanjutan

Teknologi ekstrusi, pengurangan fish meal, dan penggunaan bahan ramah lingkungan menjaga ekosistem laut tetap sehat.

5. Meningkatkan Daya Saing Ekspor

Kualitas pakan berpengaruh langsung pada kualitas udang dan ikan ekspor.


Sumber Referensi



Senin, 24 November 2025

Pabrik Pakan Ayam: Fungsi, Proses, Bahan Baku, dan Peran Penting


 Pabrik pakan ayam (feed mill) merupakan bagian penting dalam rantai produksi unggas. Pakan menyumbang proporsi terbesar dari biaya produksi, sehingga pengolahan pakan yang efisien dan berkualitas mampu meningkatkan produktivitas peternakan secara signifikan. Artikel ini mengulas pengertian, bahan baku, proses produksi, peralatan, manfaat, serta tantangan yang berkaitan dengan pabrik pakan ayam.

Apa itu pabrik pakan ayam?

Pabrik pakan adalah fasilitas industri yang mengolah bahan baku seperti jagung, bungkil kedelai, premix vitamin-mineral, hingga asam amino menjadi produk pakan jadi berbentuk peletmash, atau crumble. Pabrik modern dirancang untuk menghasilkan formulasi nutrisi yang presisi dan kapasitas produksi besar.

Hal-hal yang berhubungan dengan pabrik pakan ayam

1. Bahan baku utama

  • Jagung (sumber energi)
  • Dedak / bekatul
  • Bungkil kedelai (SBM), bungkil kacang, bungkil biji lainnya
  • Corn gluten meal (CGM), DDGS
  • Tepung ikan, meat bone meal (MBM)
  • Wheat & wheat bran
  • Premix vitamin & mineral
  • Asam amino sintetis (Lysin, Methionine, dll.)
  • Minyak (minyak sawit, minyak kedelai)

2. Mesin & peralatan utama

  • Hammer mill / grinder (penggilingan)
  • Double-shaft mixer
  • Pellet mill
  • Cooler
  • Crumblers
  • Silo, bin, conveyor, bucket elevator
  • Sistem batching & timbangan otomatis

3. Proses produksi pakan

  1. Penerimaan & penyimpanan bahan baku: bahan diuji kualitasnya dan ditempatkan di silo.
  2. Pembersihan: sieve & magnet menghilangkan kotoran/logam.
  3. Grinding: penggilingan menjadi ukuran partikel seragam.
  4. Mixing: pencampuran dengan formulasi nutrisi tertentu.
  5. Conditioning & pelleting: pencetakan pakan pelet menggunakan uap.
  6. Cooling: pendinginan pelet agar stabil.
  7. Crumbling: untuk menghasilkan pakan bayi ayam (starter).
  8. Screening & QC: penyaringan dan pengujian mutu.
  9. Pengepakan: dikemas dalam karung/pack sesuai permintaan pasar.

Peran pabrik pakan dalam industri unggas

  • Konsistensi nutrisi sesuai fase produksi.
  • Menurunkan biaya FCR (Feed Conversion Ratio).
  • Memenuhi kebutuhan peternak skala kecil hingga besar.
  • Menjaga keamanan pangan melalui QC, HACCP, dan standar mutu.

Tantangan yang dihadapi

  • Fluktuasi harga bahan baku (jagung, SBM).
  • Risiko aflatoksin pada jagung.
  • Biaya investasi & operasional tinggi.
  • Kebutuhan tenaga ahli (nutritionist, QC, teknisi).

Kesimpulan

Pabrik pakan ayam merupakan pilar penting dalam industri unggas. Dengan kontrol mutu yang baik, formulasi yang tepat, dan proses modern, feed mill dapat membantu peternak meningkatkan efisiensi dan produktivitas secara signifikan.

Daftar Sumber

  1. Richi Machinery — Dokumentasi proses pabrik pakan.
  2. Pellet-Richi — Referensi lini produksi pakan.
  3. PELS UMSIDA — Materi alur produksi pakan.
  4. UNMER — Pembelajaran pengantar feedmill.
  5. Ringkasan berbagai artikel industri pakan ternak.

Rabu, 08 Oktober 2025

Panduan Pembuatan Pakan Ikan Nila dari Bahan Alami

berikut ini adalah panduan membuat pakan Ikan Nila skala rumahan dari bahan alami (tanpa tepung ikan atau premiks buatan), cocok untuk budidaya skala kecil:





🐟 Panduan Pembuatan Pakan Ikan Nila dari Bahan Alami

Bahan-bahan Alami:

  • Tumbuhan air / sayuran hijau: kangkung, daun pepaya muda, bayam, eceng gondok (dicincang halus)

  • Biji-bijian / karbohidrat: jagung manis, beras merah / putih, ubi jalar (direbus dan dihaluskan)

  • Sumber protein alami: cacing sutra, keong, jangkrik, bekicot, larva nyamuk

  • Tambahan opsional: kulit kacang tanah atau kedelai (direbus dan dihaluskan), dedak padi secukupnya

Alat:

  • Pisau / penggiling manual

  • Baskom / wadah untuk mencampur

  • Saringan kasar

  • Loyang / nampan untuk pengeringan


Langkah-langkah Pembuatan:

  1. Persiapan bahan hijau

    • Cuci bersih sayuran atau tanaman air.

    • Potong atau cincang halus agar mudah dicerna ikan nila.

  2. Persiapan sumber karbohidrat

    • Rebus jagung, ubi, atau beras hingga lunak.

    • Haluskan menjadi bubur atau adonan kental.

  3. Persiapan protein alami

    • Ambil cacing, keong, atau jangkrik segar.

    • Cuci bersih dan cincang halus.

  4. Campur semua bahan

    • Dalam baskom, campur bahan hijau, karbohidrat, dan protein.

    • Tambahkan sedikit air jika terlalu kering agar mudah dicetak.

  5. Cetak / bentuk pakan

    • Bentuk adonan menjadi pelet kecil atau bulatan ±5 mm diameter.

    • Bisa dicetak manual atau menggunakan cetakan sederhana.

  6. Pengeringan

    • Jemur pelet di bawah sinar matahari hingga kering, sekitar 1–2 hari tergantung cuaca.

    • Pastikan pakan kering merata agar tidak cepat berjamur.

  7. Penyimpanan

    • Simpan dalam wadah kedap udara di tempat sejuk dan kering.

    • Jika ingin disimpan lebih lama, bisa disimpan di kulkas / freezer.


Tips Tambahan:

  • Variasikan jenis sayuran dan protein alami agar nutrisi pakan lebih lengkap.

  • Untuk ikan nila yang masih kecil (<5 cm), hancurkan pakan menjadi butiran lebih halus.

  • Perhatikan pakan di kolam: jangan beri terlalu banyak sekaligus agar air tidak cepat kotor.


Sumber & Referensi:

  1. Dinas Perikanan Jawa Tengah – Panduan Pembuatan Pakan Alami Ikan Nila

  2. Budidaya Ikan Nila dengan Pakan Alami

  3. Suryanto, D. (2018). Teknik Budidaya Ikan Nila Skala Rumahan. Yogyakarta: Penebar Swadaya.


Selasa, 12 Agustus 2025

Panduan Membuat Pakan Ayam Broiler Sederhana (Skala Hobi)

Panduan Membuat Pakan Ayam Broiler Sederhana (Skala Hobi)

Panduan ringkas: kebutuhan nutrisi, resep pakan starter & finisher, cara pencampuran, dan tips praktis.

Skala: Hobi Rumahan Praktis & Lokal

Disusun berdasarkan pedoman nutrisi unggas (Kementan & FAO) dan praktik pakan skala kecil.

Terakhir diperbarui: 12 Agustus 2025

1. Kebutuhan Nutrisi Ayam Broiler

Panduan ini memakai dua fase: Starter (0–3 minggu) dan Finisher (4–6 minggu).

FaseProtein (%)Energi Metabolik (kkal/kg)Lemak (%)Serat Kasar (%)Ca (%)P tersedia (%)
Starter (0–3 minggu)22–233.000–3.1004–5≤50,90,45
Finisher (4–6 minggu)19–203.150–3.2005–6≤50,80,40

2. Resep Pakan Sederhana (Per 10 kg)

Starter (0–3 minggu)

BahanJumlah (kg)Peran
Jagung giling halus5,0Energi utama
Dedak padi halus2,0Serat & energi tambahan
Bungkil kedelai (SBM)2,0Protein (~44%)
Tepung ikan0,5Protein hewani & asam amino
Konsentrat broiler0,5Vitamin & mineral

Perkiraan nutrisi: Protein ±22%, Energi ±3.050 kkal/kg

Finisher (4–6 minggu)

BahanJumlah (kg)Peran
Jagung giling kasar6,0Energi utama
Dedak padi kasar2,0Serat & energi
Bungkil kedelai1,0Protein nabati
Tepung ikan0,3Protein hewani
Konsentrat broiler0,7Vitamin & mineral

Perkiraan nutrisi: Protein ±19%, Energi ±3.180 kkal/kg

3. Cara Pencampuran

  1. Giling jagung & bahan keras — halus untuk starter, agak kasar untuk finisher.
  2. Campur bahan mulai dari yang kuantitas besar → kecil (jagung → dedak → bungkil → tepung ikan → konsentrat).
  3. Aduk sampai homogen; cek ada tidaknya gumpalan atau kepulan.
  4. Simpan di wadah kedap udara, tempat kering & terlindung dari sinar matahari langsung.

4. Ilustrasi Sederhana

[🐓] Ayam Broiler
  ├─ Starter (0–3 minggu): Jagung 50% | Dedak 20% | Bungkil 20% | Tepung ikan 5% | Konsentrat 5%
  └─ Finisher (4–6 minggu): Jagung 60% | Dedak 20% | Bungkil 10% | Tepung ikan 3% | Konsentrat 7%
Ayam
Fokus pada nutrisi fase 0–6 minggu
FEED
Bahan Pakan
Jagung, dedak, bungkil, tepung ikan, konsentrat
Pencampuran
Aduk rata & simpan kering

5. Tips Praktis (Skala Hobi)

  • Gunakan bahan bebas jamur—jangan pakai bahan berbau tengik.
  • Jika kesulitan mendapat bungkil kedelai, pertimbangkan ampas tahu kering atau kacang tanah giling dengan penyesuaian protein.
  • Sertakan konsentrat komersial sedikit (5–7%) agar vitamin & mineral terpenuhi tanpa rumit.
  • Berikan air bersih & suplementasi vitamin 1–2 kali seminggu.
Catatan: Formulasi di atas adalah contoh sederhana untuk skala rumahan. Untuk skala komersial atau penyesuaian bahan lokal tertentu, sebaiknya konsultasi ke ahli nutrisi unggas atau gunakan perangkat lunak formulasi pakan.

Sumber & Rujukan

  • Ditjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, Kementerian Pertanian RI — Pedoman Teknis Budidaya Ayam Broiler (Dokumen & panduan nutrisi).
  • FAO — Small-scale poultry feeding and nutrition (panduan pakan skala kecil).
  • Leeson, S. & Summers, J.D. — Commercial Poultry Nutrition (referensi nutrisi unggas).

Kamis, 31 Juli 2025

PAKAN IKAN

Panduan Lengkap tentang Pakan Ikan

Pakan ikan adalah segala jenis bahan makanan yang diberikan kepada ikan untuk menunjang pertumbuhan, reproduksi, dan kesehatannya, baik yang berasal dari bahan alami, buatan, maupun alternatif. Pakan merupakan komponen vital dalam budidaya ikan karena menyumbang hingga 60–80% dari total biaya produksi.


1. Pentingnya Pakan dalam Budidaya 🐟

Pakan yang tepat dan berkualitas menentukan keberhasilan budidaya. Manajemen pakan yang baik dapat meningkatkan efisiensi pertumbuhan, menjaga kesehatan ikan, serta meminimalkan pencemaran air akibat sisa pakan.


2. Jenis-Jenis Pakan Ikan

A. Pakan Alami

Cocok untuk benih dan larva ikan.

  • Fitoplankton: seperti Chlorella sp., Spirulina sp., dan Nannochloropsis sp.

  • Zooplankton: Daphnia magna, Moina sp., dan cacing sutra (Tubifex sp.)
    Kaya protein dan mudah dicerna oleh ikan kecil.

B. Pakan Buatan (Komersial)

Tersedia dalam bentuk pelet terapung, tenggelam, crumble, dan mash.
Mengandung protein hewani (tepung ikan, tepung daging), lemak, karbohidrat, vitamin, dan mineral.

C. Pakan Tambahan/Alternatif

Digunakan sebagai suplemen pakan atau bahan lokal:

  • Cacing tanah, keong sawah, ikan kecil (rucah, guppy), kecebong

  • Fermentasi ampas tahu, dedak, maggot, tepung singkong


3. Formulasi Pakan Probiotik

Studi dari Jombang menyusun pakan dengan kombinasi bahan seperti:

  • Tepung ikan, tepung kedelai, gandum, vitamin, dan probiotik

  • Kandungan protein bervariasi tergantung jenis ikan: herbivora, omnivora, atau karnivora


4. Bahan Baku Lokal: Murah & Berkelanjutan

Upaya substitusi tepung impor dengan bahan lokal:

  • Maggot (protein ~36%) sebagai pengganti tepung ikan

  • Didukung oleh program Gerpari untuk kemandirian pakan nasional


5. Cara Memberi Pakan dengan Efektif

  • Beri pakan sesuai umur dan jenis ikan

  • Jangan berlebihan agar tidak mencemari air

  • Kombinasikan pakan alami dan buatan untuk hasil optimal


6. Ringkasan Tabel

Jenis PakanContohKelebihan
Alami        Fitoplankton, cacing, Daphnia        Mudah dicerna, cocok untuk benih
Buatan        Pelet, crumble        Praktis, nutrisi seimbang
Alternatif        Maggot, dedak, keong            Ekonomis, mendukung lokalitas

📚 Daftar Sumber Referensi:

  1. De Heus Indonesia - Pakan Ikan Alami

  2. De Heus Indonesia - Pakan Buatan

  3. DKP Jawa Tengah

  4. Dinas Perikanan Buleleng

  5. Scribd - Jenis Pakan Tambahan

  6. JFMR Universitas Brawijaya

  7. Jurnal UGM - Maggot

  8. Jurnal Unair

  9. Jurnal Polban

  10. Minapoli - Manajemen Pakan

  11. Jurnal Sains Pemasaran Indonesia - Gerpari




Kebijakan Impor Bahan Baku Pakan Ternak di Indonesia Tahun 2026: Upaya Stabilisasi di Tengah Ketergantungan Impor

Pemerintah Republik Indonesia menerapkan kebijakan strategis terkait impor bahan baku pakan ternak pada tahun 2026 sebagai respons atas tin...