Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), melalui perwakilan Divisi Akuafeed, mengikuti NSM Crop Tour pada 21-25 September 2026 di Amerika Serikat. Kegiatan ini mencakup kunjungan ke fasilitas penelitian, lahan pertanian, pabrik pengolahan kedelai, serta terminal ekspor di Minnesota, South Dakota, dan Washington.
Keikutsertaan dalam kegiatan tersebut memberikan kesempatan
bagi GPMT untuk mempelajari produksi dan penanganan kedelai secara langsung,
berdiskusi mengenai perkembangan penelitian nutrisi, serta memahami dukungan
logistik bagi pasokan bahan baku pakan ke Indonesia.
Northern Soy Marketing (NSM) menyelenggarakan Crop Tour
untuk mempertemukan mitra dagang dengan pelaku rantai pasok kedelai, mulai dari
petani hingga fasilitas ekspor. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya NSM
memperkenalkan kualitas kedelai yang dibudidayakan di wilayah utara AS dan mendorong penilaian mutu berdasarkan kandungan asam amino esensial, selain
kadar protein kasar. Sumber: Northern
Soy Marketing.
Mengamati Penelitian dan Produksi di Tingkat Petani
Rangkaian kegiatan pada 21 September diawali dengan diskusi
bersama USSEC serta kunjungan ke plot penelitian kedelai dan laboratorium
University of Minnesota di St. Paul. Pembahasan mencakup kualitas kedelai dan
kebutuhan pasar, termasuk pentingnya profil asam amino, kecernaan, serta
ketertelusuran bahan baku.
Kegiatan dilanjutkan dengan kunjungan ke farm di Danvers,
Minnesota. Perwakilan GPMT berkesempatan melihat peralatan panen dan fasilitas
penanganan hasil pertanian, sekaligus berdiskusi langsung mengenai praktik
produksi di tingkat petani.
Mempelajari Pengolahan Kedelai dan Inovasi Bahan Baku Akuafeed
Pada 22 September, kunjungan ke pabrik AGP di Dawson memberikan gambaran mengenai pengolahan kedelai menjadi bungkil dan minyak, serta keterhubungannya dengan jaringan distribusi dan ekspor. Diskusi turut membahas pengaruh pertumbuhan permintaan minyak kedelai terhadap perkembangan kapasitas pengolahan dan pasokan bungkil.
Pada hari yang sama, GPMT mengikuti kunjungan ke fasilitas
penelitian dan pengembangan Houdek di Brookings, South Dakota. Salah satu
materi yang relevan bagi industri akuafeed adalah pemanfaatan fermentasi untuk
meningkatkan konsentrasi protein kedelai dan menurunkan faktor antinutrisi.
Peserta juga meninjau fasilitas pengujian pakan ikan dalam
sistem resirkulasi. Kunjungan ini memberikan wawasan mengenai proses evaluasi
bahan baku, mulai dari kecernaan hingga pengaruhnya terhadap pertumbuhan dan
kesehatan ikan.
Mendalami Nilai Nutrisi Bungkil Kedelai
Kegiatan pada 23 September berlanjut di South Dakota State
University melalui diskusi penelitian nutrisi ternak dan peninjauan fasilitas
penelitian. Pembahasan menekankan pentingnya menilai bungkil kedelai
berdasarkan jumlah asam amino tercerna dan energi yang dapat dimanfaatkan
ternak.
Bagi industri pakan, pendekatan tersebut relevan dalam
membandingkan bahan baku dan menghitung biaya formulasi. Bahan dengan harga
pembelian lebih rendah belum tentu menghasilkan biaya pakan yang lebih efisien
apabila kontribusi nutrisi dan pengaruhnya terhadap performa ternak berbeda.
Kunjungan kemudian dilanjutkan ke farm dan fasilitas
elevator Central Farmers Cooperative di Colton untuk melengkapi pemahaman
mengenai produksi, pengumpulan, dan penanganan biji-bijian.
Meninjau Jalur Ekspor Menuju Asia
Pada 25 September, perwakilan GPMT mengikuti kunjungan ke
fasilitas ekspor AGP di Port of Grays Harbor, Washington. Kegiatan ini
memperlihatkan aliran produk dari kereta, penyimpanan di terminal, hingga
pemuatan ke kapal.
Paparan mengenai pengembangan terminal memberikan gambaran
tentang dukungan infrastruktur bagi ekspor bungkil kedelai ke Asia.
Ketersediaan ruang penyimpanan, kapasitas pemuatan, dan jadwal pengapalan
merupakan aspek yang relevan bagi industri pakan dalam mengevaluasi keandalan
pasokan dan biaya sampai tujuan.
