Jumat, 25 September 2026

Industri Pakan Hadapi Tekanan Bahan Baku dan Nilai Tukar, Efisiensi Jadi Kunci

 


Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Tevi Melviana, membagikan pandangannya mengenai tantangan dan strategi bisnis industri pakan dalam seminar Indonesian Poultry Club bertajuk “Feed Business Indonesia 2026: Challenge & Strategy”. Kegiatan yang digagas Majalah TROBOS Livestock dan Asosiasi Permindo tersebut menjadi bagian dari rangkaian acara ILDEX Indonesia 2026 yang berlangsung di ICE BSD City pada 17 September 2026.

Dalam paparannya, Tevi menyoroti sejumlah tantangan yang tengah dihadapi industri pakan, terutama terkait ketersediaan dan harga bahan baku. Selain itu, biaya bahan bakar, plastik, serta pergerakan nilai tukar rupiah juga turut memberikan tekanan terhadap biaya produksi pakan.

Menurut Tevi, struktur biaya produksi pakan sangat dipengaruhi oleh bahan baku yang porsinya mencapai sekitar 85% dari total biaya. “Secara volume, bahan baku impor mencapai 35%, tetapi secara value mencapai 65%. Karena itu, kenaikan harga bahan baku dunia, dinamika situasi global, dan nilai tukar rupiah sangat berpengaruh terhadap biaya produksi. Belum lagi harga jagung, yang porsinya mencapai 40–46% dalam formulasi pakan, turut mengalami tekanan akibat fenomena El Niño,” jelasnya.

Di hadapan para peternak yang hadir dalam seminar, Tevi menegaskan bahwa industri pakan terus berupaya memenuhi kebutuhan pakan secara berkelanjutan. Salah satu langkah yang dilakukan feedmill adalah reformulasi, yakni menyesuaikan komposisi bahan baku dengan tetap memperhatikan kualitas nutrisi, efisiensi biaya, dan kebutuhan ternak.

Sementara itu, Direktur Pakan, Tri Melasari, dalam paparannya turut menekankan pentingnya efisiensi pakan melalui optimalisasi penggunaan bahan pakan substitusi. “Kami berharap baik industri maupun peternak dapat mendorong pemanfaatan bahan pakan lokal guna mengurangi ketergantungan impor, menekan biaya pakan, dan tetap menjaga kualitas nutrisi,” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Tevi menyambut baik dorongan terhadap pemanfaatan bahan pakan lokal. Menurutnya, setiap inovasi yang dapat mendukung efisiensi produksi pakan akan mendapat dukungan dari industri, sepanjang memenuhi persyaratan dasar bahan pakan.

“Ada tiga kriteria utama yang harus dipenuhi, yaitu kualitas yang stabil, pasokan yang kontinu, dan harga yang kompetitif,” tegas Tevi.

Selain Tevi Melviana dan Tri Melasari, seminar tersebut juga menghadirkan sejumlah pembicara yang membagikan wawasan mengenai perkembangan industri perunggasan nasional. Para narasumber yang hadir antara lain Corporate Secretary PT Berdikari, Ketua Umum Perindo, Key Account Manager Alltech Indonesia, serta Technical Director Animal Protein East Asia dari USSEC.

Berbagai pandangan yang disampaikan dalam seminar tersebut menunjukkan bahwa efisiensi, inovasi formulasi, dan penguatan pemanfaatan bahan pakan lokal menjadi bagian penting dari strategi industri pakan dalam menghadapi dinamika biaya produksi dan tantangan global. Ute/GPMT

Industri Pakan Hadapi Tekanan Bahan Baku dan Nilai Tukar, Efisiensi Jadi Kunci

  Ketua Umum Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Tevi Melviana, membagikan pandangannya mengenai tantangan dan strategi bisnis indust...