Ketua Umum Gabungan
Perusahaan Makanan Ternak (GPMT), Tevi Melviana, membagikan pandangannya
mengenai tantangan dan strategi bisnis industri pakan dalam seminar Indonesian
Poultry Club bertajuk “Feed Business Indonesia 2026: Challenge & Strategy”.
Kegiatan yang digagas Majalah TROBOS Livestock dan Asosiasi Permindo tersebut
menjadi bagian dari rangkaian acara ILDEX Indonesia 2026 yang berlangsung di
ICE BSD City pada 17 September 2026.
Dalam paparannya,
Tevi menyoroti sejumlah tantangan yang tengah dihadapi industri pakan, terutama
terkait ketersediaan dan harga bahan baku. Selain itu, biaya bahan bakar,
plastik, serta pergerakan nilai tukar rupiah juga turut memberikan tekanan
terhadap biaya produksi pakan.
Menurut Tevi,
struktur biaya produksi pakan sangat dipengaruhi oleh bahan baku yang porsinya
mencapai sekitar 85% dari total biaya. “Secara volume, bahan baku impor
mencapai 35%, tetapi secara value mencapai 65%. Karena itu, kenaikan harga bahan baku dunia, dinamika situasi global, dan
nilai tukar rupiah sangat berpengaruh terhadap biaya produksi. Belum lagi harga
jagung, yang porsinya mencapai 40–46% dalam formulasi pakan, turut mengalami
tekanan akibat fenomena El Niño,” jelasnya.
Di hadapan para
peternak yang hadir dalam seminar, Tevi menegaskan bahwa industri pakan terus
berupaya memenuhi kebutuhan pakan secara berkelanjutan. Salah satu langkah yang
dilakukan feedmill adalah reformulasi, yakni menyesuaikan komposisi bahan baku
dengan tetap memperhatikan kualitas nutrisi, efisiensi biaya, dan kebutuhan
ternak.
Sementara itu,
Direktur Pakan, Tri Melasari, dalam paparannya turut menekankan pentingnya
efisiensi pakan melalui optimalisasi penggunaan bahan pakan substitusi. “Kami
berharap baik industri maupun peternak dapat mendorong pemanfaatan bahan pakan
lokal guna mengurangi ketergantungan impor, menekan biaya pakan, dan tetap
menjaga kualitas nutrisi,” ujarnya.
Menanggapi hal
tersebut, Tevi menyambut baik dorongan terhadap pemanfaatan bahan pakan lokal.
Menurutnya, setiap inovasi yang dapat mendukung efisiensi produksi pakan akan
mendapat dukungan dari industri, sepanjang memenuhi persyaratan dasar bahan
pakan.
“Ada tiga kriteria
utama yang harus dipenuhi, yaitu kualitas yang stabil, pasokan yang kontinu,
dan harga yang kompetitif,” tegas Tevi.
Selain Tevi
Melviana dan Tri Melasari, seminar tersebut juga menghadirkan sejumlah
pembicara yang membagikan wawasan mengenai perkembangan industri perunggasan
nasional. Para narasumber yang hadir antara lain Corporate Secretary PT
Berdikari, Ketua Umum Perindo, Key Account Manager Alltech Indonesia, serta
Technical Director Animal Protein East Asia dari USSEC.
Berbagai pandangan
yang disampaikan dalam seminar tersebut menunjukkan bahwa efisiensi, inovasi
formulasi, dan penguatan pemanfaatan bahan pakan lokal menjadi bagian penting
dari strategi industri pakan dalam menghadapi dinamika biaya produksi dan
tantangan global. Ute/GPMT