Senin, 26 Agustus 2024

GPMT menggelar Kongres ke-XV di Hotel Episode, Gading Serpong, Tangerang pada 21 - 22 Agustus 2024

 


Resmi berdiri sejak 30 Oktober 1976 silam, Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) rutin menggelar kegiatan kongres. Tahun ini, GPMT menggelar Kongres XV dengan topik ‘Sinergi Industri Pakan dengan Mitra Strategis untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional’ pada Rabu (21/8) di Hotel Episode, Gading Serpong, Tangerang, Banten. Sebelumnya, GPMT juga sudah melakukan kegiatan pra kongres pada Selasa(20/8) yang diikuti oleh panitia pengarah, panitia pelaksana dan Komda. Adapun pada Kamis (22/8) diadakan puncak acara rangkaian Kongres XV dengan mengundang pemerintah, asosiasi, mitra serta partner GPMT dan acara hiburan dengan menghadirkan artis Rina Nose.

 

Sebelum memulai kongres, Sekretaris Jenderal GPMT, Yetti Liza menyampaikan terima kasih atas partisipasi para undangan di Kongres GPMT. “Mengambil topik ‘Sinergi Industri Pakan dengan Mitra Strategis untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional’, memiliki  makna yang sangat khusus karena kita akan menjalani momen yang sangat penting yaitu pemilihan ketua umum dan badan pengurus  GPMT yang baru,” ujar dia.

 

Adapun anggota GPMT sendiri terdiri dari 44 perusahaan makanan ternak dan 103 pabrik dan yang hadir pada kongres tersebut sebanyak 97 anggota. Menurutnya, GPMT telah menjadi wadah penting di industri pakan melalui kolaborasi perusahaan pakan ternak dengan mitra strategis.

 

“Kita telah bersama menghadapi tantangan dan pencapaian. Kini akan berakhir masa tugas periode 2020-2024, sehingga perlu pengurus baru yang berkomitmen melanjutkan organisasi ke tingkat lebih tinggi. Dinamika, inovasi, regulasi dan perubahan pasar menjadikan kita harus responsif, maka dari itu perlu untuk memilih pemimpin yang bijak,” ujar Yetti.

 

Sementara itu, Ketua Umum GPMT Periode 2020 – 2024, Desianto Budi Utomo mengungkapkan bahwasanya ke depan tantangan ini tidak semakin rendah, tapi semkain meningkat, pun intensitasnya semkain tinggi. Dunia saat ini sedang tidak baik-baik saja. Masalah geopolitik, pemanasan global, penurunan daya beli masyarakat dan semua itu akan mempengaruhi kinerja.

 

“Untuk itu, saya yakin dengan support secara berkesinambungan berupa pemikiran, saran dan kritik yang membangun akan membawa organisasi ini untuk kepentingan bersama, khusunsya industri pakan ternak,” tegas Desianto.

 

Usai membacakan sambutan, kongres pun dimulai dan dipimpin oleh Anang Hermanta sebagai Ketua Presidium yang ditunjuk oleh Ketua Umum didampingi oleh Bagus Pekik dan Firmansyah sebagai anggota. Usai melalui agenda persidangan, terpilih kembali Desianto Budi Utomo dari PT Charoen Pokphand Indonesia sebagai Ketua Umum dan empat Ketua GPMT masa bakti 2024-2028 yaitu Johan dari PT Japfa Comfeed Indonesia, Tevi Melviana dari PT New Hope Indonesia, Bagus Pekik dari PT De Heus Indonesia, dan Deny Mulyono dari PT Central Proteina Prima.

 

Selanjutnya, Ketua Umum dan Ketua memilih Sekretaris Jenderal yaitu Yetti Liza dari PT Malindo Feedmill Tbk serta Bendahara Azrul Arifin dari Japfa Comfeed Indonesia.

 

Dalam pidatonya usai terpilih kembali, Desianto berpesan bahwa tantangan ke depan akan makin besar. “Apalagi mengingat adanya program makan bergizi gratis. Di satu sisi bisa meningkatkan produksi pakan yang diminta. Namun di sisi lainnya, terjadi perebutan bahan pakan lokal, seperti jagung, yang mana rencananya akan ada alokasi sapi perah sebanyak 1,5 juta sapi perah dan 1,5 juta sapi potong, sehingga akan butuh tebon jagung. Dampaknya akan ada kompetisi antara ternak ruminansia dengan ternak unggas. Maka, jangan sampai ada peningkatan harga jagung di luar harga pada umumnya,” tutup Desianto pada hari pertama kongres.

 

Pada akhir acara kongres, seluruh anggota berkumpul kembali untuk makan malam bersama. Kemudian dibagikan doorprize untuk para anggota.

 

Dukungan dari Pemerintah

Pada hari kedua Kongres XV GPMT, turut hadir Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Dirjen PKH), Agung Suganda yang mewakili Menteri Pertanian, Andi Amran Sulaiman. Ia mengucapkan selamat dan sukses kepada Gabungan Pengusahan Makanan Ternak yang telah melaksanakan Kongres ke-XV.

 

“Selamat juga kapada Pengurus GPMT terpilih untuk periode Tahun 2024-2028, semoga ke depan bisa lebih memberikan kontribusi lebih bagi perkembangan peternakan melalui industri pakan. Dengan Program Makan Bergizi Gratis tentu akan dibutuhkan pakan ternak yang lebih banyak untuk memenuhi produksi daging, telur dan susu,” sebut Agung.

 

Dalam kesempatan tersebut, Agung berharap industri pakan yang tergabung dalam GPMT dapat terus mengoptimalkan pemanfaatan bahan pakan lokal guna mengurangi ketergantungan terhadap bahan pakan impor. Upaya ini juga penting untuk meningkatkan kontribusi dan peran GPMT bagi perekonomian Indonesia melalui keterkaitan industri pakan dengan sektor di hulunya. 

 

Berikutnya, ia melanjutkan, kerja sama dengan petani terutama petani jagung perlu semakin ditingkatkan. “Kerja sama riset dengan lembaga penelitian dan perguruan tinggi dalam optimalisasi pemanfaatan bahan pakan lokal juga perlu diintensifkan,” katanya.

 

Kemudian Agung juga berharap dapat menjaga harga pakan tetap kompetitif dalam rangka menjaga daya saing produk peternakan di Indonesia hingga global. Selanjutnya berkontribusi dan berpartisipasi dalam mendukung kelangsungan usaha peternak mandiri sebagai salah satu pilar penyangga peternakan di Indonesia. Ia mengimbau untuk menjadikan mereka mitra yang setara dan dapat tumbuh bersama dalam upaya penyediaan protein hewani di Indonesia. 

 

“Diharapkan juga GPMT dapat berpartisipasi dan mendukung program makan bergizi gratis, di mana pemerintah berencana untuk mengimpor 1,5 juta sapi potong dan 1,5 juta sapi perah serta mendistribusikannya ke sentra-sentra peternakan. Upaya ini tentunya membutuhkan dukungan penyediaan pakan khususnya pakan konsentrat. Hal ini juga sekaligus menjadi peluang bagi industri pakan untuk meningkatkan produksi pakan dengan mengoptimalkan kapasitas produksi yang masih idle,” imbuh dia.

 

Terakhir, Agung menyampaikan untuk GPMT dapat mengalokasikan program Corporate Social Responsibility (CSR) perusahaan dengan melakukan pembinaan dan pendampingan kepada produsen pakan skala UMKM, khususnya pakan ruminansia dalam bentuk silase dan hijauan agar dapat memenuhi persyaratan mutu dan keamanan pakan.

 

Pentingnya Kolaborasi

Pada kesempatan yang sama, Sesditjen Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Gemi Triastutik menyampaikan bahwa Kongres GPMT XV dengan topik ‘Sinergi Industri Pakan dengan Mitra Strategis untuk Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional’, di mana pakan ikan memiliki peran penting dalam memastikan keberlanjutan sektor perikanan budidaya. Sebab pakan merupakan komponen paling besar dari proses produksi.

 

“Efisiensi pakan tidak hanya mempengaruhi produksi dan kualitas ikan, tetapi juga berdampak langsung pada keberlanjutan ekonomi dan ekologi dari seluruh ekosistem perikanan kita. Oleh karena itu, kita semua di industri ini memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan bahwa produk yang kita hasilkan mendukung tujuan ini,” terang Gemi.

 

Ia yakin bahwa industri pakan di Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi lebih kuat dan kompetitif, asalkan mampu berkolaborasi dengan baik dan mengoptimalkan sumber daya yang dimiliki. Gemi mengajak untuk manfaatkan pertemuan ini sebagai momentum untuk memperkuat sinergi di antara GPMT dengan pemerintah, sehingga dapat bersama-sama mewujudkan kemajuan dan kemandirian perikanan budidaya nasional yang kokoh dan berkelanjutan.

 

“Saya yakin bahwa dengan kerja sama yang erat, inovasi yang berkelanjutan, dan dukungan kebijakan yang kuat, kita dapat mencapai tujuan ini. Akhir kata, saya ingin mengucapkan terima kasih kepada panitia penyelenggara, para pembicara, dan seluruh peserta yang telah hadir. Semoga pertemuan ini memberikan manfaat yang besar bagi kita semua, dan menjadi titik awal dari berbagai inisiatif positif yang akan kita jalankan bersama,” tuturnya.

 

Gemi pun tak lupa menyampaukan selamat bertugas kepada pengurus GPMT yang baru, sehingga semua tujuan asosiasi ini dapat tercapai dan kerja sama dengan perintah juga semakin erat dan harmonis.bella

 

Susunan Badan Pengurus Pusat GPMT 2024-2028

 

Penasehat                                           :

  1. Jemmy Wijaya (PT. Charoen Pokphand Indonesia)
  2. Budiarto Soebijanto (PT. Japfa Comfeed Indonesia)

Ketua Umum                                     : Desianto B. Utomo (PT. Charoen Pokphand Indonesia)

Ketua                                                    : Johan (PT. Japfa Comfeed Indonesia)

Ketua                                                    : Tevi Melviana (PT. New Hope Indonesia)

Ketua                                                    : Bagus Pekik (PT. De Heus Indonesia)

Ketua                                                    : Deny Mulyono (PT. Central Proteina Prima)

Sekretaris Jenderal                           : Yetti Liza (PT. Malindo Feedmill)

Bendahara                                          : Azrul Arifin (PT. Japfa Comfeed Indonesia)

 

BADAN PENGURUS PUSAT

Pakan Agro                                         :

  1. Anang Hermanta (PT. Sinta Prima Feedmill)
  2. Sulistiyono (PT CJ Feed and Care Indonesia)

 

Pakan Akua                                         :

  1. Andhi Trapsilo (PT. Suri Tani Pemuka) 
  2. Fauzan Bahri (PT. Gold Coin Indonesia)

 

Bahan Baku                                        :

  1. Yussar Wirawan (PT. Charoen Pokphand Indonesia)
  2. Yenny Wijaya (PT. Sreeya Sewu Indonesia)
  3. Umi Fadhilah (PT. New Hope Indonesia)

 

Organisasi (Internal)                        : Helsintha (PT. CJ Feed and Care Indonesia)

 

Hubungan Antar Lembaga

(Eksternal)                                          : Firmansyah Sachroni (PT. Cargill Indonesia)

 

Legal                                                      : Wesly Manullang (PT. Charoen Pokphand Indonesia)

 

Sosial Media                                       : Hendra Lukito (PT. Charoen Pokphand Indonesia)


Kamis, 16 November 2023

GPMT Gelar Diskusi Panel Industri Pakan Nasional Terkini

Foto: Dok. Ramdan

Bekasi (TROBOSLIVESTOCK.COM). Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) menggelar Diskusi Panel yang bertema “Sustainability Feed Industry in Indonesia 2024” di Avenzel Hotel and Convention Cibubur, Bekasi, Jawa Barat pada Selasa (14/11). Acara tersebut dihadiri kurang lebih 80 orang yang terdiri dari perwakilan anggota, instansi pemerintah dan undangan. Sedangkan untuk narasumber diantaranya, Nur Saptahidhayat Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian (Ditjen PKH Kementan), Nuryani Zainuddin Direktur Kesehatan Hewan (Dirkeswan Ditjen PKH Kementan), Alexander Lubis Kepala Kelompok Ekonomi Makro-Inflasi (Deputi Direktur) Bank Indonesia, Oscar Tjakra Executive Director RaboResearch Food and Agriculturei Rabobank, Imam Sujono Seed Marketing Head PT Syngenta Indonesia dan Stefanus AndreNational Sales SupervisorFeedmill, PT FKS Multi Agro Tbk.

 

Desianto Budi Utomo Ketua Umum GPMT menyampaikan dalam sambutannya kali ini GPMT mengadakan diskusi panel bukan seminar atau Focus Group Discussion (FGD) karena sudah hampir 3 tahun tidak bertemu antara pengurus dan anggota. “Kita terakhir bertemu di Batu, Malang sebelum wabah Covid-19,” tuturnya.

 

Dia mengutarakan pada 2023, industri pakan ternak tumbuh 1 – 3 % dengan total kebutuhan jagung sebanyak 8.343.649 ton dan rata-rata perbulan 695.304 ton serta asumsi kebutuhan jagung untuk formulasi senilai 48%. Namun total realisasi hingga September 2023 sebanyak 5.645.483 ton dengan rata-rata perbulan 627.276 ton serta asumsi kebutuhan jagung untuk formulasi senilai 43 %.

 

Sementara untuk 2024, industri pakan nasional diperkirakan akan tumbuh sekitar 5 % dari 2023 atau sekitar 19 juta ton. Beberapa faktor yang mendasari estimasi pertumbuhan ini diantaranyadi2024 merupakan tahun politik (tahun perhelatan pesta demokrasi). “Dimana diharapkan ekonomi masyarakat akan tumbuh serta banyaknya program pemerintah yang akan disalurkan kepada masyarakat, termasuk produk-produk protein hewani,” jelasnya.

 

Kemudian, lanjutnya diperkirakan pada 2024 tidak terjadi El Nino sehingga kebutuhan jagung untuk pabrik pakan dapat tercukupi. Lalu Adanya program pemerintah untuk melakukan peningkatan produksi beras dan jagung.ramdan


Sumber : Trobos

Senin, 26 Juni 2023

GPMT: Industri pakan ternak perlu subsitusi alternatif bahan baku


KONTAN.CO.ID - 
JAKARTA. Puncak kemarau sebagai dampak dari El Nino bakal terjadi pada September, Oktober, dan November. Dampak dari El Nino salah satunya adalah kenaikan harga bahan pakan ternak seperti jagung, yang akan mengakibatkan naiknya harga produk perunggasan.

Ketua Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) Timbul Sihombing mengatakan, industri pakan ternak memerlukan terobosan dan inovasi untuk mengatasi lonjakan harga jagung sebagai dampak dari El Nino. Salah satunya adalah dengan memanfaatkan sumber bahan baku alternatif.

“Dua bulan lalu kami dari asosiasi diundang oleh Pemerintah Korea untuk hadir di sana. Mereka memperkenalkan produk lalat hitam sebagai bahan baku pakan ternak. Di sana sudah menjadi industri, bayangkan lalat yang kecil-kecil itu sudah diproduksi ton-tonan dan mereka sudah punya asosiasi,” kata Timbul dalam keterangan resmi, Selasa (20/6).

Timbul menerangkan, substitusi bahan pakan ternak seperti nasi pecah, mie pecah dan biskuit pecah. Kata Timbul, industri pakan ternak sudah mulai mencari substitusi bahan baku pakan karena harga jagung pada triwulan pertama 2023 mulai naik.

Menurut Timbul, jagung masih menjadi bahan utama pakan ternak yaitu sekitar 40% - 50%. Kenaikan harga jagung tentu akan membuat biaya produksi pakan ternak ikut melonjak. Apalagi, pemerintah sudah melarang impor jagung sejak 2016 lalu. Faktor itulah yang membuat industri pakan ternak mulai mencari alternatif bahan baku pakan.

Sumber : Kontan

Kamis, 27 April 2023

Kementerian Pertanian Korea Selatan Sambut Delegasi GPMT di Pameran Perdagangan Buy Korean Food (BKF) 2023


GPMT kembali diundang menghadiri pameran perdagangan Buy Korean Food (BKF) 2023 yang digelar di AT Center (27, Gangnam-daero, Seocho-gu, Seoul, Republic of Korea) 19-21 April 2023. Acara yang diorganize oleh AT Korea Agro-Fisheries and Food Trade Corporation serta Ministry of Agriculture, Food and Rural Affairs sebagai host ini merupakan pameran perdagangan produk-produk pertanian dan perikanan Korea. Tidak kurang dari 200 perusahaan produk pangan dan agrikultur turut berpartisipasi dalam acara ini.
Delegasi GPMT yang diwakili oleh Ketua GPMT Bapak Timbul Sihombing dan Bapak Deny Mulyono serta Bendahara GPMT Bapak Jani Sunarko berkesempatan bertemu dengan para pelaku industri pangan serta bahan baku pakan Korea serta menjelaskan tentang industri pakan di Indonesia.
Ini merupakan kali ke-3 GPMT diundang oleh Korea Feed Ingredients Association (KFIA). Pada kesempatan kali ini, Delegasi GPMT mendapat kehormatan dapat melakukan audiensi khusus dengan Kementerian Pertanian Korea Selatan dan Ketua KFIA saat jamuan makan malam.

GPMT menggelar Kongres ke-XV di Hotel Episode, Gading Serpong, Tangerang pada 21 - 22 Agustus 2024

  Resmi berdiri sejak 30 Oktober 1976 silam, Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) rutin menggelar kegiatan kongres. Tahun ini, GPMT men...