Senin, 04 Januari 2016

Outlook 2016, Pakan Ternak Surplus, Spekulatif Buy Saham CPIN

INILAHCOM, Jakarta Rencana pemerintah untuk menentukan batas atas dan bawah harga Day Old Chicken (DOC) dinilai jadi katalis positif bagi emiten pakan ternak yang sedang oversupply. Speculaitve buy saham CPIN.

http://photo.kontan.co.id/photo/2011/02/22/1821233057p.jpgViviet S Putri, analis AMCapital Securities mengatakan, pemerintah berencana untuk menentukan harga Day Old Chicken (DOC). "Ini jadi kabar gembira bagi emiten pakan ternak. Hanya saja, sentimen positif ini bukan untuk jangka pendek, tapi untuk jangka panjang," katanya kepada INILAHCOM, di Jakarta, Minggu (27/12/2015).
Ke depannya, Viviet menilai rencana tersebut bagus untuk pengusaha peternakan ayam dan emiten pakan ternak. "Sebab, selama ini, belum ada patokan harga DOC sehingga pada saat jumlah anak ayam oversupply, harganya hancur-hancuran," ujarnya.
Peternak, lanjut dia, kadang menghancurkan sebagian DOC karena oversupply dan tidak terserap pasar yang brakibat pada murahnya harga. "Kemungkinan, nantinya akan ada batas atas dan batas bawah untuk harga DOC tersebut sehingga fluktuasi harga tidak terlalu tajam," papar dia.
Sejauh ini, tingkat kecukupan perdagangan ayam kurang dikontrol atau disurvei oleh pemerintah secara periodik. Pemerintah sendiri kadang merasa kurang dan kadang merasa berlebih sehingga harus impor seperti yang terjadi pada daging sapi.
Viviet mencontohkan, harga jual DOC Rp5.000 per ekor. Tapi, pada saat pasar tidak bisa menyerap, peternak tidak mau beli DOC dari emiten pembibit sekaligus perusahaan pakan ternak itu. "Inilah yang membuat emiten, memusnahkan sebagian DOC-nya untuk mengurangi oversupply," tandas dia.
Di sisi lain, akibat elnino, harga pakan ternak sangat tinggi. Pada saat yang sama, peternak ogah rugi karena untuk menghasilkan satu ayang potong, ongkos pakan dan harga DOC sangat tinggi. Kondisi ini membuat peternak menghentikan pembelian DOC plus pakannya sewaktu-waktu.
Setelah pemerintah menentukan batas bawah dan batas atas DOC, diharapkan pemerintah juga bersedia menyediakan cool storage (penyimpanan ayam beku). "Cool storage diperlukan untuk membekukan daging ayam saat terjadi oversupply yang tidak diserap di pasar untuk industri ayam milik BUMN. Saat suplai di pasar kurang, yang di storage dikeluarkan," papar dia.
Di Indonesia, kata dia, pakan ternak mulai bibit, hingga pembesaran dan pengolahan dilakukan secara terpisah. Beda dengan di luar negeri yang sudah menjadi satu kesatuan dari hulu hingga hilir.
"Emiten pakan ternak kemungkinan senang dengan rencana pemerintah ini karena perseroan tidak lagi volatile dalam menentukan harga," kata dia menegaskan.
Di atas semua itu, untuk saham-saham industri pakan ternak, Viviet hanya merekomendasikan saham PT Charoen Pokphand Indonesia (CPIN). "Itu pun hanya saya sarankan untuk speculative buying," tuturnya.
Sebab, permintaan CPIN sedang turun dan emiten sendiri saat ini sedang mengalami oversupply dari produksinya. "Karena spekulatif, saya tidak bisa menentukan target harga sahamnya di angka berapa," ucapnya.
Saat oversupply, pemerintah diharapkan bisa mengeskpornya. Sebab, sekarang di dalam negeri, kebutuhan ayam potong sebanyak 42 juta ekor per pekan. Kenyataannya, sekarang sudah ada supply sebanyak 60 juta ekor per pekan. Artinya, sudah oversupply sebesar 18 juta ekor per pekan.
"Dengan surplus tersebut, seharusnya bisa diekspor jika tersedia cool storage. Jika tidak, harus dimusnahkan sebesar 18 juta ekor agar harga tidak jatuh," imbuhnya.
 
Sumber : inilah.com