Senin, 27 Agustus 2012

Pemerintah Khawatir Harga Daging Ayam Terjun Bebas

Add caption
Jakarta - Pemerintah mengaku khawatir soal harga daging ayam akan turun drastis pasca Lebaran ini. Saat ini produksi ayam sudah sangat tinggi apalagi menjelang Lebaran lalu.


"Yang saya khawatirkan adalah anjloknya harga ayam, kayaknya habis Lebaran ini ayam dan telur kita agak worry (khawatir)," kata Wakil Menteri Perdagangan Bayu Krisnamurthi di kantornya, Jl Ridwan Rais, Jakarta Jakarta, Jumat (24/8/12).

Ia menuturkan, pemerintah akan melakukan upaya-upaya agar harga komoditi ini tidak turun drastis. Harga ayam melambung sebelum hari Lebaran kemarin, yaitu berkisar di harga Rp 20.000-Rp 25.000.

"Saya kira pemerintah berkepentingan untuk mencegah jangan sampai jatuh drastis," tambahnya.

Langkah yang akan diambil pemerintah meminta pengusaha besar untuk dapat mengendalikan harga Day Old Chick (DOC/ anak ayam). "Justru yang ingin saya lakukan pertama adalah kepada temen-temen terutama pengusaha besar, untuk kendalikan penjualan, itu yang pertama," ungkapnya.

Bayu meminta agar ayam yang tidak bisa bertelur lagi, tidak lagi dijual di pasaran. Menurutnya, ayam jenis itu lebih cocok untuk CSR, dan perbaikan gizi rakyat miskin.

"Ayam afkir jangan dipake untuk mengisi pasar, pergunakan untuk CSR, memperbaiki gizi untuk masyarakat miskin," tambahnya.

Ia menuturkan dengan dua langkah itu pemerintah berharap bisa mengendalikan harga daging ayam agar tidak terlalu jatuh setelah Lebaran. "Tapi lebih dari itu, kita harus membuat perencanaan yang lebih baik. Konsumsi ayam kita sudah lebih dari 2 miliar ekor per tahun," pungkasnya.

Sumber : Detik.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Kebijakan Impor Bahan Baku Pakan Ternak di Indonesia Tahun 2026: Upaya Stabilisasi di Tengah Ketergantungan Impor

Pemerintah Republik Indonesia menerapkan kebijakan strategis terkait impor bahan baku pakan ternak pada tahun 2026 sebagai respons atas tin...