Senin, 17 Juli 2017

Mahasiswa Universitas Islam Malang Ubah Limbah Darah Menjadi Pakan Burung Puyuh

Mahasiswa Universitas Islam Malang Ubah Limbah Darah Menjadi Pakan Burung Puyuh

SURYAMALANG.COM, LOWOKWARU - Limbah darah dari rumah potong ayam (RPA) dapat mencemari lingkungan karena mengandung 17 lbs BOD/1.000 ekor ayam. Padahal, standar BOD per 1.000 ekor ayam hanya berkisar 0,2 lbs.
Karena latar belakang tersebut, tiga mahasiswa Fakultas Peternakan Universitas Islam Malang (Unisma) membuat inovasi pemanfaatan limbah darah RPA sebagai green feeding protein substitution terhadap produktivitas burung puyuh.
"Selama ini, pakan burung puyuh adalah konsentrat pabrik dengan kandungan protein 21-22 persen. Namun, konsentrat cenderung lebih mahal," kata Nufus Imamil Badriyah pada SURYAMALANG.COM, Jumat (14/7/2017).
Misalnya untuk 60 ekor burung puyuh yang digunakan pada penelitian tersebut, butuh 1,5 kg pakan per harinya. Sementara, 1 kg pakan adalah seharga Rp 8.000.
"Berarti dibutuhkan Rp 12.000 untuk pakan 60 ekor puyuh setiap harinya," lanjut mahasiswi semester 7 itu.
Sementara, dengan menggunakan formulasi yang optimum dari hasil penelitian, yaitu 38 persen konsentrat, 15 persen polar, 35 jagung giling, 2 persen tepung dari limbah darah ayam, hanya membutuhkan Rp 9.000 untuk pakan 60 ekor buruh puyuh per hari.
"Dengan pakan campuran tepung darah, konsumsi pakan 60 ekor burung puyuh menjadi lebih baik yaitu 5.318,75 gram per 3 bulan, dan produksi telur meningkat hingga 2.450,25 gram per 3 bulan," jelas anggota tim lain, Faisol Khosim.
Selain itu, penggunaan limbah darah menjadi tepung untuk pakan burung puyuh dapat mengurangi kandungan BOD/1.000 ekor ayam dari 17 lbs menjadi 2 lbs. Sehingga, cukup baik untuk lingkungan.
Rencana ke depan, PKM penelitian itu diharapkan bisa berkembang menjadi PKM pengabdian masyarakat untuk diaplikasikan pada peternak puyuh lokal.
"Kami harap penelitian ini tidak hanya berhenti di sini dan dilanjutkan oleh angkatan selanjutnya agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat luas," katanya.
Sumber : suryamalang