Jumat, 30 Mei 2014

Mendukung Inovasi Teknologi Akuakultur

Kemajuan budidaya perikanan berarti juga keberhasilan perusahaan-perusahaan pendukung akuakultur.


Menurut Denny D. Indradjaja, Forum Inovasi Teknologi Akuakultur (FITA) VI yang diselenggarakan Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Kelautan dan Perikanan, di Hotel Golden Flower, Bandung, Jawa Barat, ini dapat memacu peningkatan budidaya perikanan, terutama air tawar, di Indonesia. “GPMT selalu men-support acara-acara seperti ini,” kata Head of Aqua Feed Division GPMT (Asosiasi Produsen Pakan Indonesia) itu.
Denny mengajak pemerintah mendorong budidaya perikanan air tawar menggunakan keramba jaring apung berbahan high-density polyethylene (HDPE) untuk mengganti keramba tradisional yang merusak dan mengotori lingkungan. “Dengan HDPE, (keramba) masih bisa bertahan sampai dua generasi. Artinya, terjadi peningkatan teknologi budidaya,” tutur Denny.
PT Suri Tani Pemuka
Perusahaan ini ingin menyampaikan pesan, bibit dan pakan yang baik, menurut Sapto Agung, dapat menghasilkan tekstur ikan yang bagus. “Itulah pesan yang ingin kami sampaikan pada acara ini,” ujar Hatchery Technical Sales Pompano (Bawal Jepang/Marukoban) PT Suri Tani Pemuka (STP) itu pada FITA di Hotel Golden Flower, Bandung, Jawa Barat, 6 - 8 Mei lalu.
Selain itu, kata Rizky Kharismawan, pihaknya juga ingin menyampaikan pesan, kandungan Omega 3 yang dapat meningkatkan kecerdasan pada Marukoban cukup tinggi. Setiap 100 gram, kandungan Omega 3-nya 2.950 mg. Jauh lebih tinggi ketimbang salmon 1.900 mg dan tuna 799 mg. Padahal, selama ini kita menganggap salmon jawaranya Omega-3. Padahal, “(Justru) kadar Omega-3 Pompano jauh lebih tinggi,” tandas Marketing Marine Fish STP itu.

Sumber : Tabloid Agrina