Kamis, 16 April 2015

Tantangan Swasembada Pangan di Sektor Peternakan

http://panera.cdn.ansideng.com/dynamic/article/2015/04/08/12115/jd23PxRZMB.jpg?w=630JAKARTA, JITUNEWS.COM- Menciptakan sebuah kedaulatan pangan memang tak mudah. Bahkan, banyak tantangan yang menyelimuti untuk mencapai hal tersebut. Dan berikut ini beberapa tantangan yang dihadapi oleh Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan, Jakarta, Rabu 08/04).
A. Tantangan Internal
1. Kelembagaan peternak yang lemah dan belum memenuhi skala ekonomi (khususnya ternak sapi dan ruminansia besar lainnya) serta kemitraan perunggasan yang kurang berpihak pada plasma (dominasi inti yang merupakan perusahaan besar).
2. Belum tergalangnya dukungan dari instansi terkait, serta belum optimalnya peran pemerintah Kabupaten/Kota dalam pembinaan tata niaga daging. 
3. Sistem logistik dan supply chain yang kurang memadai dan memenuhi kaidah animal welfare.
4. Ketergantungan akan impor (sapi bakalan, daging sapi, dan pakan unggas).
5. Preferensi masyarakat yang cenderung membeli karkas unggas segar.
6. Wilayah produksi sapi belum difokuskan sebagai penghasil daging beku.
B. Tantangan External
1. Menurut proyeksi OECD-FAO (2014), harga komoditas peternakan akan mengalami peningkatan. Harga daging sapi di pasar Pasifik diperkirakan mencapai USD 4.800/ton pada tahun 2016. Pada tahun 2023 harga daging babi diperkirakan mencapai USD 2.000/ton, dan harga daging unggas diperkirakan mencapai USD 1.550/ton. Harga daging domba juga diperkirakan akan meningkat, demikian juga dengan harga produk susu.
2. Pertumbuhan produksi yang melambat. Pertumbuhan tahunan produksi daging global diperkirakan sebesar 1,6% hingga tahun 2023, mengalami perlambatan jika dibandingkan pertumbuhan tahunan sepuluh tahun terakhir sebesar 2,3%. Pertumbuhan tahunan produk susu pada periode yang sama juga diperkirakan akan melambat, dari 2,2% menjadi 1,95%.
3. Pemberlakuan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) tahun 2015 akan menyebabkan terintegrasinya pasar negara-negara ASEAN, termasuk untuk komoditi ternak dan hasil ternak.

Sumber : jitunews