Rabu, 15 Agustus 2012

Setelah Kedelai, Jagung AS Juga Bakal Gagal Panen


TEMPO.CO, Chicago - Cuaca panas telah berlalu dari area pertanian di Amerika Serikat yang dilanda kekeringan. Namun, perubahan itu datang terlambat untuk menyelamatkan tanaman jagung yang kini terancam gagal panen. "Kedelai yang tersisa mungkin bisa diselamatkan, namun tidak untuk jagung,"
kata John Dee, ahli meteorologi di Global Weather Monitoring.

Akibatnya, harga jagung mulai merambat naik lebih dari 50 persen dari harga akhir Mei. Kini harga jagung mencapai rekor tertinggi dengan harga di atas US$ 8 per satu bushel (setara 25,4 kg).

Pemerintah AS pada hari Jumat merilis data tanaman yang terimbas kekeringan. Selain kedelai dan jagung, gandum juga turut terkena dampak.

Dee menyatakan hujan akan mulai turun  di Indiana dan Ohio. Hamun curah hujan masih rendah, dengan kisaran 0,25 inci sampai 0,75 inci.

Commodity Weather Group (CWG) pada hari Jumat mengatakan daerah paling kering sekarang mencakup sepertiga dari Midwest termasuk Illinois Tengah bagian timur dan barat daya Iowa, Missouri, Kansas, Nebraska, dan Dakota.

Departemen Pertanian AS (USDA) pada hari Jumat merilis laporan mengejutkan yang menunjukkan betapa buruk hasil panen jagung dan kedelai. Hasil panen seluruh komoditas kali ini adalah yang terburuk sejak 1930.

USDA mengatakan tanaman jagung tahun ini akan turun di bawah 11 miliar bushel untuk pertama kalinya sejak tahun 2006 dan produksi kedelai akan turun menjadi 2,7 miliar, terendah dalam lima tahun.

Persediaan jagung dalam negeri bisa jatuh hingga musim panas tahun depan setelah panen tahun ini, dan pasokan kedelai bisa turun ke level terendah dalam 32 tahun. "Persediaan jagung global tidak sekritis persediaan kedelai tahun ini. Situasi kedelai dapat pulih dalam dua siklus pertumbuhan. Kita mungkin melihat harga kedelai tetap tinggi  musim semi berikutnya," kata Sterling Smith, pakar  strategi komoditas untuk Citigroup.

Kedelai mulai stabil pekan lalu, sementara kondisi jagung menurun kembali. Namun, peringkat untuk keduanya tetap terburuk sejak 1988.