(Vibiznews - Commodity) - Pada penutupan perdagangan di bursa CBOT dini hari tadi harga jagung berjangka cenderung mixed dengan arahan melemah (12/09). Harga jagung melemah karena curah hujan yang telah terjadi selama tiga minggu belakangan di AS diperkirakan akan mampu meningkatkan produksi jagung di negara tersebut.
Harga jagung berjangka tampak mengalami penurunan meskipun tidak terlalu signifikan. Penurunan ini didorong oleh spekulasi bahwa produksi akan mengalami kenaikan. Sementara itu diperkirakan pula bahwa permintaan ekspor dari negara-negara lain mengalami penurunan karena harga jagung yang saat ini dinilai telah cukup mahal.
Harga jagung berjangka untuk kontrak pengiriman bulan September tampak mengalami peningkatan sebesar 1.25 sen dan ditutup pada posisi 7.8225 dolar per bushel. Sementara itu harga jagung berjangka untuk kontrak pengiriman bulan Desember mengalami penurunan sebesar 5.5 sen dan ditutup pada posisi 7.7775 dolar per bushel.
Analis Vibiz Research dari Vibiz Consulting memperkirakan bahwa pergerakan harga komoditas ini masih berpotensi untuk meningkat. Dampak dari kekeringan yang terjadi di AS masih mungkin membuat harga komoditas meningkat. Diperkirakan harga komoditas ini akan bergerak pada kisaran 7.5 - 8.5 dolar per bushel.
Sumber : vibiznesw.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kongres Luar Biasa GPMT 2026 Resmi Tetapkan Ketua Umum Baru
Surabaya, 5 Mei 2026 — Gabungan Perusahaan Makanan Ternak (GPMT) telah menyelenggarakan Kongres Luar Biasa (KLB) pada 5 Mei 2026 di Surabay...
-
🐔 Pakan Ayam Layer: Panduan Nutrisi, Komposisi, dan Bahan Baku Ayam layer (ayam petelur) membutuhkan pakan dengan formulasi khusus untu...
-
Panduan Lengkap tentang Pakan Ikan Pakan ikan adalah segala jenis bahan makanan yang diberikan kepada ikan untuk menunjang pertumbuhan, re...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar