(Vibiznews – Commodity) – Kondisi mixed masih terjadi pada perdagangan komoditi pangan antara jagung dan kedelai pada hari ini (11/9). Jagung masih mengalami kenaikan, sedangkan kedelai masih tertekan oleh adanya spekulasi meningkatnya persediaan kedelai global akibat bersamaan dengan masa panen.
Sedangkan jagung masih naik seiring dengan kembali positifnya pergerakan harga minyak mentah yang mala mini kembali melewati level 97 dollar per barel dan disaat yang bersamaan kebutuhan ethanol di Brasil dilaporkan mengalami kenaikan.
Jagung berjangka mengalami kenaikan 0,38% menjadi 7,84 dollar per bushel dan kedelai turun 0,55% menjadi 17,035 dollar per bushel.
Menurut analisa dari Divisi Vibiz Research di Vibiz Consulting, harga kedelai dan jagung diprediksi akan masih di kisaran level terbatas. Potensi kenaikan yang signifikan akan terjadi jika Fed akan meluncurkan paket stimulusnya pada esok hari.
Sumber : vibiznews.com
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Kebijakan Impor Bahan Baku Pakan Ternak di Indonesia Tahun 2026: Upaya Stabilisasi di Tengah Ketergantungan Impor
Pemerintah Republik Indonesia menerapkan kebijakan strategis terkait impor bahan baku pakan ternak pada tahun 2026 sebagai respons atas tin...
-
Betulkah mengonsumsi daging ayam broiler dapat mengganggu pusat seks bayi yang dilahirkan terutama bagi anak laki-laki yang dila...
-
Hingga kini 75% kebutuhan tepung ikan nasional harus dipenuhi dari impor. Kesinambungan pasokan hingga kualitas produk dari industri pen...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar