Selasa, 25 September 2012

PAKAN UDANG : Permintaan Bisa Tembus 300.000 Ton, Revitalisasi Tambak Berjalan

Compact_pakan_udangnyaJAKARTA: Permintaan pakan udang pada tahun ini diprediksi  menembus 300.000 ton  karena revitalisasi tambak di Jawa Barat dan Banten seluas 1.000 hektare masih berjalan.

Ketua Pakan Aquakultur Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) Denny Indradjaja mengatakan permintaan pakan udang pada tahun lalu sekitar 250.000-275.000 ton naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya.


"Permintaan pakan udang tahun ini lebih baik dibandingkan dengan tahun lalu. Terutama kontribusi pada Desember mendatang saat revitalisasi tambak udang 1.000 ha sudah berjalan," ujarnya kepada Bisnis, Senin (24/9/2012).

Kementerian Kelautan dan Perikanan merubah target revitalisasi tambak udang di Jawa Barat dan Banten pada tahun ini menjadi lebih rendah yaitu 1.000 hektare dibandingkan dengan target awal 5.000 ha.

Denny memprediksikan revitalisasi tambak udang itu akan mulai berjalan pada bulan depan. Dengan revitalisasi tersebut  maka permintaan pakan udang baru dirasakan meningkat pada Desember mendatang.

Dia mengasumsikan satu  hektare akan menghasilkan 10 ton udang.  Untuk menghasilkan 10 ton udang membutuhkan 1,5 ton pakan. Jika revitalisasi tambak udang 1.000 ton itu berjalan dengan baik, maka akan membutuhkan pakan ternak sebanyak 15.000 ton.

Menurutnya, tambak udang akan dipanen setelah 3 bulan, sehingga dalam setahun dapat mencapai 3 kali panen. Oleh karena itu, dengan adanya tambahan tambak 1.000 ha akan meningkatkan permintaan udang sebanyak 45.000 ton per tahun.

Sementara itu, pemerintah menargetkan revitalisasi tambak udang di Pantai Utara Pulau Jawa pada tahun depan 103.234 ha.

Denny tidak yakin dengan target tersebut, karena tidak mudah membangun tambak udang dalam waktu cepat. Dia mengasumsikan dengan adanya revitalisasi tambak udang 5.000 ha pada 2013 saja, maka akan mendongkrak permintaan pakan udang sebanyak 225.000 ton, sehingga total produksi pakan udang pada tahun depan bisa mencapai 500.000 ton. (if)

Sumber : bisnis.com