Senin, 15 April 2013

Realisasi Pembangunan Pabrik Pakan Ternak 90%

http://sumiati.staff.ipb.ac.id/files/2011/04/pabrik-pakan1.gifMedanBisnis – Banda Aceh. Pembangunan pabrik pakan ternak yang dibangun swasta di Kabupaten Aceh Besar segera selesai, karena hingga kini realisasi fisiknya sudah mencapai 90%.
Kepala Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura Aceh Besar Hasballah M Ali di Banda Aceh, Kamis (11/4) mengatakan, pabrik tersebut akan mampu menampung lima ton jagung sebagai bahan baku pakan ternak."Artinya, petani Aceh Besar perlu meningkatkan produktivitas jagung karena kebutuhan untuk satu perusahaan di kabupaten ini mencapai lima ton perhari," katanya.

Ia mengatakan, peningkatan produksi komoditas jagung juga akan menjamin keberlangsungan perusahaan pakan dan upaya meningkatkan kesejahteraan petani. "Harga tampung jagung milik petani nantinya sesuai dengan harga di pasaran," katanya.

Disebutkannya, pada tahun 2013 Pemerintah Kabupaten Aceh Besar melalui Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Hortikultura menargetkan luas tanam jagung mencapai 5.000 hektare.
Lima ribuan areal jagung milik petani tersebut akan dikembangkan di 23 kecamatan dalam upaya meningkatkan produksi dan kesejahteraan petani. Ia mengatakan harga tampung jagung pipilan kering saat ini dengan kadar air 15-17 persen (kualitas ekspor) sekitar Rp3.000/kilogram.

Menurut Hasballah, kehadiran pabrik pakan ternak di Aceh Besar juga merupakan upaya menghilangkan ketergantungan berbagai kebutuhan ternak yang selama ini dipasok dari Medan, Sumatera Utara. "Aceh Besar memiliki lahan dan potensi yang cukup untuk dikembangkan bahan baku pakan seperti jagung," katanya.

Karena itu, kata Hasbalah, pihaknya akan berupaya maksimal dalam membina dan mengajak para petani untuk meningkatkan produksi jagung dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak yang diproduksi perusahaan di kawasan Aceh Besar di masa mendatang. "Kami juga akan bekerja sama dengan semua komponen dalam rangka meningkatkan hasil produksi pertanian yang ada di Aceh Besar dalam upaya memenuhi permintaan pasar dan menyejahterakan masyarakat," demikian Hasballah. (ant)
 
Sumber : Medanbisnis