Rabu, 22 Juli 2015

Ekspor Bahan Baku Ilegal Ke Vietnam Untuk Pakan Ternak, Setelah Jadi Pakan Diimpor Kembali

http://beritadaerah.co.id/wp-content/uploads/2015/01/jemur-daging-hiu.jpgMedanBisnis - Jakarta. Penggagalan upaya penyelundupan belasan kontainer ikan laut di Tanjung Priok menjadi bukti, Indonesia sangat dirugikan. Barang selundupan seperti sirip hiu hingga ubur-ubur kering diselundupkan ke Vietnam. Di Vietnam, daging hiu untuk bahan baku pakan ternak. Namun ironisnya, Indonesia mengimpor balik pakan ternak yang bahan bakunya dari dalam negeri dengan harga lebih mahal.

Kepala Badan Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) KKP, Narmoko Prasmadji, mengatakan produk hasil ikan yang diselundupkan relatif tak ada nilainya di dalam negeri. Misalnya ikan hiu, siripnya mahal karena bisa dikeringkan jadi sup, namun dagingnya di di dalam negeri tak ada harganya.

"Saya duga tidak untuk dikonsumsi manusia. Biasanya untuk pakan ternak. Daging ikan hiu. Umumnya dipakai untuk bahan baku pakan ikan," katanya di Tanjung Priok, Jakarta, Senin (13/7/2015).

Ia mengatakan, selama ini berbagai jenis daging ikan termasuk daging hiu, diolah untuk pakan ikan. Daging hiu punya nutrisi yang tergolong tinggi, namun rasanya tak enak bila dikonsumsi untuk manusia.

Narmoko mengatakan, selama ini Indonesia impor pakan ikan dari luar negeri termasuk Vietnam dengan harga yang mahal. "Padahal bisa jadi bahan bakunya diambil dari Indonesia dengan cara ilegal. Impor kita untuk pakan ikan sekitar Rp 50-70 triliun per lima tahun. Itu sangat menghabiskan kita punya uang," katanya.

Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai Kementerian Keuangan kembali berhasil menggagalkan upaya ekspor ilegal produk laut yang dilindungi ke luar negeri. Barang-barang ilegal tersebut senilai Rp 9,7 miliar dalam 19 kontainer dengan tujuan Vietnam, Srilangka, Singapura, Amerika Serikat.

Sebelumnya, ada penegahan 14 kontainer sekitar beberapa minggu lalu. Kemudian berlanjut ada temuan lain sebanyak 19 kontainer yang hari ini diumumkan. Sehingga dalam 2 pekan ini saja sudah ada upaya penyelundupan 33 kontainer produk laut. 

Sumber : Medan Bisnis