Selasa, 17 November 2015

Ini Alasan Mentan Amran Tahan Jagung Impor di Tanjung Priok

Ini Alasan Mentan Amran Tahan Jagung Impor di Tanjung PriokJakarta -Para pengusaha pakan ternak yang tergabung dalam Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) baru-baru ini memprotes kebijakan Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman yang menahan jagung impor di Pelabuhan Tanjung Priok.

Ratusan ribu ton jagung impor tak bisa masuk dan mangkrak di Pelabuhan Tanjung Priok akibat tidak mendapat Surat Persetujuan Pemasukan (SPP) dari Kementerian Pertanian.

Amran menjelaskan, tindakan itu untuk menyelamatkan para petani jagung lokal. Menurutnya bila jagung impor tersebut tidak ditahan, melimpahnya pasokan jagung bakal menjatuhkan harga jagung di dalam negeri. Petani jagung yang saat ini menikmati harga ideal pun bakal kembali merugi.

"Jangan sampai harga jagung di petani di bawah Rp 2.000/kg, kasihan petaninya. Impor harus kita kendalikan biar semua nyaman," kata Amran saat makan siang di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta, Senin (2/11/2015).

Amran mengaku telah menandatangani SPP untuk sebagian jagung yang tertahan di Tanjung Priok. Sekitar 250.000 ton jagung impor sudah mendapat SPP agar pengusaha pakan ternak tak kekurangan bahan baku untuk makanan ternak.

"Yang jelas kita kendalikan. 3 minggu lalu sudah 250.000 ton yang dikasih SPP," ucapnya.

Ia belum dapat memastikan apakah akan kembali memberikan izin untuk sisa jagung impor yang masih mangkrak di pelabuhan.‎ Izin akan dikeluarkan dengan mempertimbangkan harga jagung di petani.

"Kita lihat situasi lapangan," tutupnya.

Sebelumnya, ‎Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT) baru-baru ini mengirim surat kepada Menteri Pertanian Amran Sulaiman karena adanya kelangkaan pasokan jagung untuk kebutuhan pakan ternak di dalam negeri. Kebijakan pengendalian impor yang dilakukan Amran dinilai kebablasan hingga menyebabkan kelangkaan.

GPMT menyebutkan dalam suratnya bahwa ada banyak jagung impor yang tertahan di pelabuhan saat ini akibat tidak mendapat Surat Persetujuan Pemasukan (SPP) dari Kementerian Pertanian, akibatnya pengusaha kekurangan jagung untuk bahan baku pakan ternak.

Harga jagung di dalam negeri pun melonjak hingga Rp 4.000-4.200/kg. Padahal normalnya hanya Rp 2.800-3.200/kg.
(hen/hen)
 
sumber : detik.com