Rabu, 03 Februari 2016

Curhat Pengusaha Pakan Ternak: Jagung Lokal Mahal, Jagung Impor Ditahan

Curhat Pengusaha Pakan Ternak: Jagung Lokal Mahal, Jagung Impor DitahanJakarta -Harga jagung yang melonjak tinggi di tengah seretnya pasokan, membuat produsen pakan ternak kelimpungan. Kondisi sulit ini semakin diperparah dengan larangan penggunaan impor jagung yang dilakukan Kementerian Pertanian (Kementan).

Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan Ternak (GPMT), Sudirman mengungkapkan, kelangkaan jagung terjadi setelah panen jagung terlambat imbas dari fenomena kekeringan panjang akibat El Nino. Hal ini membuat harga jagung lokal melonjak hingga 2 kali lipat.

"Jagung di Jawa belum panen, begitu pun dengan daerah Sumatera dan Sulawesi Utara. Yang baru panen raya itu Sumatera Utara. Di sana harga jagungnya juga sudah Rp 5.500/kg, itu terjadi karena daerah lain terlambat panen, jadi suplai jagung mengalir ke daerah yang belum panen," jelasnya pada detikFinance, Senin (25/1/2016).

Sudirman menuturkan, harga rata-rata jagung yang dibeli perusahaan pakan ternak dari petani lokal saat ini sudah mencapai 6.500/kg. Sementara, harga normal jagung lokal dengan perbandingan tahun lalu dipatok sebesar Rp 3.500/kg.

Menurutnya, lonjakan harga jagung lokal sudah terjadi sejak Agustus tahun lalu, yakni sebesar Rp 3.600/kg dari harga sebelumnya Rp 3.200/kg. Kemudian naik menjadi Rp 4.800/kg pada November, kemudian di akhir tahun menjadi Rp 5.500/kg. Sementara di Januari harga jagung lokal sudah mencapai Rp 6.500/kg.

"Karena suplai jagung sangat sedikit, sementara jagung impor masih disegel. Otomatis kita produsen pakan ternak rebutan jagung lokal yang sudah sangat sedikit," kata Sudirman.

Dia melanjutkan, kondisi semakin bertambah sulit dengan adanya larangan dari Kementan yang menahan pasokan 600.000 ton jagung impor yang saat sudah berada di Indonesia. Alasannya, berdasarkan versi Kementan, pasokan dan harga jagung di petani sangat stabil.

"Jagung ditahan di pelabuhan, ada yang sudah di gudang-gudang tapi kemudian disegel Kementan. Harusnya lihat kondisi di lapangan kalau memang jagung sudah sangat langka dan mahal, jangan asal membuat kebijakan tanpa duduk bersama," ujar Sudirman.

Sumber : detik.com